Hari ini bukan hari yang menyenangkan. Sakit. Dipaksa pergi. Dipaksa ngomong padahal suara udah kayak kaleng rombeng. Dihadepin lagi sama situasi "kerja dong, minut". Bahkan lebih ngga ngenakin lagi. Kali ini jelas kalau kondisi gue bener-bener ngga dianggep. Karena sudah disebut dengan nyata: Saya baik-baik saja dan sehat.
Gue pikir gue bisa sembunyi di kamar karena sakit. Gue beneran berharap sakit keras jadi gue ngga perlu maksa ketemu orang dan ngga perlu maksa pasang tampang "baik-baik saja dan sehat". Tapi ternyata, kalau ada istilah "I was hit" itu ngga cukup. "I was hit LOW".
Pulang ke rumah berharap bisa ngumpet lagi di kamar. Tapi ternyata gue harus menghadapi orang yang merasa bahwa dirinya jauh lebih sakit. Dikacangin aja gue lagi belajar pasang muka tebel. Sekarang langsung dihajar lagi sama kondisi dimana gue harus menghadapi orang yang udah ngacangin, ngerendahin pula.
Masih ada drama lagi hari ini, gue yakin. Soalnya gue jago analisa. Macam bank data milik FBI yang hampir lengkap itu, isi kepala gue udah penuh dengan skenario-skenario tentang apa yang mungkin terjadi hanya dari beberapa faktor yang udah muncul di depan. Sejauh ini, persentase kesalahan gue dalam menganalisa keadaan baru 1%.
Berharap ada yang bisa gue ajak bicara. Tapi gue juga udah keburu capek dan marah.
Tidur yuk? Itu juga kalau gue bisa berhenti batuk cukup lama untuk menghilang ke negeri mimpi.
0 komentar:
Post a Comment