I'm bottling up (?)  

Posted by Menoedh in ,

Katanya kalau kita bisa membicarakan masalah kita ke orang lain, rasanya lega. I dont think it works for me anymore. Gue akhirnya memilih untuk tutup mulut dan diam. Rasanya udah ngga bisa diselamatkan lagi. Untuk apa bercerita hal yang sama berulang-ulang kalau ngga ada resolusinya? Kalau setiap saat harus ngerasain sakit yang sama? Ngga ada manfaatnya lagi.

Selalu mereka yang berpikir kalau mereka korban terparah. Gue cuma kena imbas dikit. Ketika gue sakit, gue juga mengangkat diri gue sendiri kok. Bukan gue yang harus bergerak, karena gue sudah bergerak. Long long time a go. Mereka yang harus bergerak sekarang. Gue udah lelah berjuang, berteriak, mendorong. Gue udah sampai titik dimana gue berpikir bahwa mereka memang ngga mau bergerak karena mereka ngga perduli lagi dengan gue. Kalau mereka ngga perduli, kenapa gue selama ini perduli? Karena gue berharap semua cerita ada akhir yang bahagia. Ternyata punya gue ngga.

Mau bagaimana pun juga, gue tetap binatang terluka yang jalannya terpincang-pincang. Semua usaha mendekati hanya akan dianggap sebagai usaha lain untuk melukai.

Digg this

This is it  

Posted by Menoedh in , , ,

This is it. Judul yang memang pantas banget untuk show terakhir Michael jackson yang gagal dilaksanakan. “This is it” kalau konser itu memang dilaksanakan dan “this is it” juga ketika film itu dimulai. Gue ngga memiliki ekspetansi apa pun untuk film dokumenter ini karena ngga terlalu ngefans juga sama Michael. Tapi waktu film ini dibuka dengan wawancara beberapa penari latar yang didapat dari hasil seleksi besar-besar..bam! realita betapa besarnya seorang Michael Jackson terlihat dari betapa bangganya mereka bisa jadi penari latar bintang pop terbesar abad ini. Beberapa dari mereka bahkan ngga bisa mengekspresikan perasaan senang mereka dan cuma bisa nangis depan kamera.

Film dokumenter ini berdurasi sekitar 1 jam 45 menit dan berisi kumpulan latihan Michael Jackson lengkap bersama penari latar dan live band. Seperti yang udah gue denger dari temen-temen gue, Michael memang terlihat sangat perfeksionis dan turun tangan di setiap detil penampilannya. Tempo lagu, kapan musik harus mulai dan berhenti, kapan dia merasa bahwa itu momentnya untuk meresapi “sang lagu”, lighting dan pastinya koreografi tariannya. Bahkan dalam pembuatan animasi film this is it, dia juga tetep memberikan masukan apa yang dia suka. Lets just say that he’s actually the God of his pop world.

Dari film ini gue memperhatikan beberapa hal. Pertama, gue ngerasa sedikit geli bagaimana orang-orang di sekitarnya memperlakukan dia. Michael secara sekilas bisa dibilang diperlakukan seperti anak kecil sekaligus raja. Setiap hal yang berhubungan dengan tata show, dia pasti ditanyakan pendapatnya. Cara bertanya orang-orang disekitarnya itu yang kesannya seperti bicara dengan seorang anak kecil. “Michael mau apa?” “Ada yang bisa saya lakukan untuk membuat Michael senang?” etc. Mungkin sikap itu terbentuk dari sikap Michel sendiri yang juga memperlakukan orang-orang disekitarnya dengan sangat halus. He looks very fragile. Gue jadi teringat dengan salah satu artikel yang mengulas mengapa kematian Michael begitu mengguncang dunia. Jawabannya karena Michael memang seorang figur yang dipandang “lemah”. Ketika ia meninggal, rasanya dunia mau merangkul dia dan terus ingin melindungi Michael dari pengalaman-pengalaman hidupnya yang bisa dibilang MKKB (Masa Kecil Kurang Bahagia).

Hal kedua yang gue perhatikan, Michael itu sepanjang latihan LEBAY banget. Hehe...kalau bukan Michael gue yakin semua gerakan-gerakan yang dia lakukan itu bisa dibilang lucu. Kalo orang lain kayak gitu kita pasti bakal bilang “Apaa seeehh??”. But it’s Michael. He’s the maestro. He’s the king. Jadi ngga ada yang aneh dengan gaya lebay-nya. Dari sini gue merhatiin hal ketiga, Michael really loves his song. Dia bentuk narsis sempurna. Tapi ngga bisa dibilang menggelikan karena memang lagu-lagunya pantes buat dinarsisin. Dia hapal semua nada, not, tempo, lirik lagu-lagunya dan menyanyikan semuanya bener-bener dari dalam lubuk hatinya. I mean it. Ini pertama kalinya gue ngeliat seorang penyanyi yang bisa bikin begitu masuk dengan performance-nya..and this is only a rehearsal!

Gosipnya sih film dokumenter ini akan dimasukkan ke dalam list Oscar. Kalau sampai menang, kekuatannya bukan di kameraman, editor, atau director. Kalau sampai menang, semuanya karena Michael. Film ini terdiri dari belasan lagu legendaris, tarian fenomenal khas Michael dan sang raja sendiri. Apa lagi yang lo butuhin? It’s perfect.

Gue sih sempet bosen sebentar mendekati akhir film. Makanya gue saranin pada nonton di bioskop aja. Rasanya beda banget pasti antara nonton di TV (mau berapa inch pun besar TV lo) dengan layar super, ruangan gelap, dan sound system menggema di sekeliling lo. Gue bahkan dapet bonus nonton dengan penonton yang ternyata fans berat MJ. Di beberapa bagian dia joget-joget ngikutin gaya Michael yang setiap lagu udah punya koreografi khasnya tersendiri. Itu di baris di bawah gue. Di baris atas gue bahkan sempet ngedenger ada suara cewek nangis, hehe...dan ketika bagian-bagian lagu sengaja berhenti, orang-orang dibelakang gue kedengeran lagi ikut nyanyi. Eh, kecele ya mas? Hehe...

Tanpa bermaksud kasar, mungkin emang saat yang tepat Michael meninggal di usianya sekarang. Untuk ukuran 50 tahun dia masih lincah banget dan itu menurut gue keren banget. Kok bisa ya orang umur 50 tahun masih bisa loncat-loncat dan dance sekeren itu. Not to forget mukanya yang super aneh itu. Kayaknya mengerikan kalau usianya nanti 70 tahun dan tetep punya muka kayak gitu.

Sum it all, It’s a faboulus experience.

Digg this

Kakek-kakek dan mahasiswi  

Posted by Menoedh in , , ,


Di stasiun UI gue ngeliat pemandangan yang bikin gue mikir. Di seberang tempat gue duduk, bagian tempat duduk orang-orang yang nunggu kereta menuju Bogor, ada satu orang kakek-kakek dengan punggung bungkuk dan memakai celana sampai perut sedang asik bercerita dengan seorang cewek mahasiswi berjilbab. Cewek ini awalnya terlihat seperti ngga mau mendengarkan tapi juga ngga mau menyakiti perasaan si kakek dengan ngga menghiraukan ceritanya. Jadinya bahasa tubuh cewek ini terlihat cukup canggung. Kepalanya miring ke arah si kakek tapi menunduk terus matanya beberapa kali ngeliat ke wajah si kakek. Si kakek asik teruuuusss aja bercerita.

Gue mulai bertanya-tanya. Kakek itu siapanya si mahasiswi? Apa cuma orang asing yang kenalan di stasiun? Atau si kakek yang ngajak ngobrol?si mahasiswi merasa terganggu ngga sih? Si kakek niatnya jahat ngga ya?

Setelah bertanya-tanya kayak gitu, gue jadi mikir lagi. Selama 10 tahun terakhir banyak banget modus operandi kejahatan yang diawali dengan ngobrol-ngobrol santai dari si orang jahat. Ngajak kenalan dan tiba-tiba korbannya dihipnotis atau dicuri barangnya. Damn. Orang-orang kayak gitu udah pada dasarnya emang ngeselin karena perilakunya yang merugikan si korban, tapi buat gue impactnya jauh lebih besar. Cara pandang orang terhadap orang-orang ramah dan secara tulus cuma mau berbincang-bincang dengan orang yang asing, yang sama-sama lagi membunuh waktu menunggu sesuatu jadi berubah. KITA jadi berubah was-was dan negatif. I hate that.

Kalian pernah ngga pagi-pagi disenyumin sama ibu-ibu tukang sapu jalanan di depan rumah? atau beradu mata dengan orang asing di jalan dan dia melempar senyum tulus? Gue pernah beberapa kali dan gue selalu senyum balik. It feels good. It even made my day. Just because of that simple little smile. Rasanya seneeeeeeng banget masih ada orang-orang ramah seperti itu.

Gue akhirnya membiasakan diri memberikan senyum ke orang. Minimal ke orang-orang yang gue kenal dulu lah. Misalnya dosen atau dekan gue lewat. Ngga papa mereka ngga kenal gue. Bodo amet. Niat gue baik dan tulus kok. Ngga disenyumin balik juga ngga papa. Soalnya artinya dia yang minder hehe. Siapa tau kan orang yang gue senyumin juga happy, kayak apa yang gue rasain.

Waktu gue memutuskan untuk mengambil foto mereka, lama-lama si mahasiswi mulai berani mengangkat kepala dan lebih sering melihat wajah si kakek. Bahkan ketika gue foto dia mulai ketawa-ketawa denger cerita si kakek-kakek. Looks like she finally having a good time. Setelah itu gue udah ngga perhatiin lagi. Moga-moga kalau mereka cuma orang asing yang kebetulan ngobrol di stasiun, mereka sama-sama pulang dengan perasaan senang ketemu orang yang sama-sama tulus.

Digg this

Thesis Talk 27 Oktober 2009  

Posted by Menoedh in , ,

Mulai berpikir apa tema ini yang cocok buat gue? I’m struggling to understand the theories. Obviously I need a mentor yang mengerti tentang teori ini. Buku seharga 180$ yang gue bela-belain beli itu memang buku pokok yang menjelaskan si teori, tapi bahasanya ya ampuuunn....sepertinya ditujukan untuk orang-orang yang sudah lebih advance mengerti tentang pendekatan kognitif terhadap gangguan psikologis. Selain itu permasalahannya buku ini terlalu teoritis dan ngga mencantumkan aplikasinya pada kasus-kasus nyata. Ya, sepertinya gue orang praktikal. The idea is brilliant though. Tuan Adrian Wells ini membentuk suatu teori baru yang dia sempurnakan dari teori Skema milik the infamous Beck. Gue selalu takjub dengan orang-orang seperti ini. Di kala gue cenderung berpikir semua udah ada teorinya, orang –orang seperti Wells ini mau mendedikasikan dirinya untuk memperbaiki teori-teori yang sudah baku dan terkenal.

Gue belum mau menyerah. Pendekatan kognitif ini cocok sama gue yang rigid. Semuanya terstruktur dan berusaha dijelaskan selogis-logisnya dengan mengusahakan celah sekecil-kecilnya untuk kata-kata “sudah dari sananya”. Nanti kalau sudah baca sampai selesai, gue akan buat pertanyaan-pertanyaan tertulis (atau terketik, hehe) dan diajukan ke dosen kognitif atau bahkan ke Tuan Wells sendiri.

Gue belum bisa melawan idealisme gue sendiri, tapi gue ngga mau menyerah dulu sebelum bahkan mencoba memahami. Bismillah...

:antok:


Oh iya, partisipan gue kok gue telantarkan ya....harus ngontrol mood nih. Man, gambar satria baja hitamnya ngga banget ya..

:okay:

Digg this

Bold the one that described you  

Posted by Menoedh in , , ,

Men-Tag diri sendiri dari blog Melur...=P

You like showers better than bubble baths.
You cannot stand pop music.
You have a sister.
You are an only child.
You have black hair.
You have blonde hair.
You have red hair.
You have glasses.
You wear contacts.
You like TV more than movies.
You don’t talk on the phone often.
You like to shop.
You like emo music.
You are tall.
You are short.
You are average height.
You have long hair.
You have medium length hair.
You have short hair.
You use AIM.
You use Yahoo IM.
You have more than 3 pets.
You like sushi.
You love sushi.
You are on a diet.
You are currently on the second floor of your house.
You have a small room.
You are in high school.
You have 1 little brother.
You have an older brother.
You are allergic to something.
You have a boyfriend/girlfriend.
You have a current crush.
You have many crushes.
You have been kissed.
You have kissed another girl.
You laugh a lot.
You have lots of friends.
You are lonely.
You are depressed.
You are listening to music.
You are doing homework.
You have school tomorrow.
You are sick.
You hate your teacher.
You think your teacher is OK.
There is drama in your school, constantly.
You are wearing sweat pants.
You are wearing socks.
You are wearing a T-shirt.
You have lost a loved one.
You hate your school.
You loved your school.
You have been picked on.
You have been yelled at.
You have gotten in a fight.
You have said a bad word.
You shop at Abercrombie and Fitch.
You play basketball.
You play softball.
You play baseball.
You play soccer.
You play football.
You hate sports.
You get manicures.
You shop at Pac Sun.
You go to the mall a lot.
You are close with your family.
You never fight with your parents.
You have been grounded.
You have driven a car.
You are listening to your iPod.
You are watching TV.
You are watching a movie.
You are listening to the radio.
You are singing.
You are happy.
You are sad.
You are blah.
You are anxious.
You are about to go somewhere.
You haven’t been out of your house for over 3 days.
Someone besides you is in the same room with you.
You love your natural hair.
You hate your eye color.
You wish you were never been born.
You write your own songs.
You write books.
You hate to write.
You hate your hometown.
You love your hometown.
You are smart.
You are average.
You are dumb.
You get good grades.
You enjoy having people at your house.
You love going to the movies with a lot of people.
You like to go bowling with your friends.
You have ice-skated before.
You like popsicles.
You think Vanilla is better than Chocolate.

Digg this

Thesis talk 8 Oktober 2009  

Posted by Menoedh in ,

Dont puke. Yea, gue akan mulai curhat tentang thesis mulai sekarang. Ngga tau akan bertahan berapa lama karena sepertinya seiring waktu dengan perkembangan thesis, gue akan lebih memilih mengetik isi thesis daripada blog.

So, what is my theme? It’s OCD. Yea, its obsessive compulsive disorder. Jangan tanya IV-DV gue apaan atau gue gampar lo bolak-balik pake keyboard. Gue lagi-lagi memilih pendekatan kualitatif untuk tugas akhir. Why? Hmm..waktu S1 jawaban pertanyaan itu memang akan gue jawab dengan jawaban yang selalu bikin sebel dosen: gue ngga ngerti statistik. Hahaha...

Tapi setelah melewati asam garam kuliah S2 (dan walaupun gue masih tetep ngga ngerti statistik), gue makin jatuh cinta dengan penelitian kualitatif. Bahkan seharusnya penelitian kualitatif itu yang jadi penelitian utama psikologi. Ngga seharusnya psikologi terpengaruh dengan anggapan “standar” kalau yang namanya ilmu itu HARUS bisa digeneralisasikan. Lah wong kita mempelajari manusia. Sejak kapan manusia bisa digeneralisasikan kalo ngga maksain satu aspek yang sama dari puluhan perbedaan yang kita punya dari satu orang. Manusia bukan robot. Lo kebanyakan nonton film Hollywood...hehe..

So.....satu semester kemarin gue udah dipaksakan untuk menentukan tema beserta judul. Setelah berdarah-darah membaca buku dan jurnal layaknya komik dan novel tercinta, gue akhirnya berhasil menelorkan satu proposal. Alhamdulillah, siksaan itu di-reward dengan libur panjang selama 3 bulan. Rencana membaca buku OCD selama liburan tentunya amblas begitu saja. Kalah dengan DVD, tidur, dan jalan-jalan. Yaeyaalaaaa...gue pikir kapan lagi gue bakalan dapet libur panjang 3 bulan setelah ini? Cuti hamil? Itu juga ngga tau kapan..hahaha...

Ternyata males-malesan gue masih berlangsung sampai detik ini. Proven! Gue lebih milih ngetik blog panjang-panjang gini daripada baca buku OCD. Rasanya gue baruuuu aja ngerjain skripsi. Ini ngga fair! (lebay abis) Gue masih terbayang hari-hari gue sakit pinggang duduk depan meja belajar gue di pojok kamar, bertumpuk buku dan fotokopi di kamar dan tempat tidur. Sehari waktu tidur gue cuma 3 jam. How I give all my life for that...that...awardeous (is this even a word? Hahaha) paper. =D (boleh dong narsis di blog sendiri)

Selain berasa baru keluar dari kandang harimau masuk mulut buaya, gue emang menetapkan standar yang terlalu tinggi untuk thesis ini. Berawal dari kebingungan perbedaan skripsi dan thesis (dan tugas akhir yang pernah gue bahas sambil ngomel-ngomel) terus dapet jawaban panjang lebar dari kuliah dua semester bersama Bang "daging asap", gue memang menemukan tema yang WAH. Standar Bang "daging asap" memang bikin gue WOW banget sama yang namanya thesis. Mungkin memang seharusnya begitu. Gue melihat bagaimana penelitian-penelitian di luar itu begitu HEBAT. Ngga perlu sulit desain penelitiannya tapi konsepnya JENIUS. Bukan konsep yang dipikirkan hanya melalui duduk di kamar mandi sehari semalam. THEY READ. THEY RESEARCHED PREVIOUS PAPERS. Dan yang terpenting mereka menemukan celah-celah yang bisa dipertanyakan, celah-celah yang akhirnya terjawab dengan penelitian. And so tema WAH itu dilahirkan.

Tapi seminggu yang lalu, kuliah dengan Mas Must sedikit bikin mood gue tambah turun lagi. Seharusnya judul kuliah dia “desain penelitian”, tapi dari apa yang dia bawakan seharusnya judulnya “desain penelitian kuantitatif”. Masuk-masuk dia langsung bombardir semua anak di kelas dengan pertanyaan “Apa IV-DV thesis kamu?” (nah, biarkan gue tercengang dulu, karena sampe detik ini gue masih tercengang dengan pertanyaan dia yang ngga masuk akal itu).

Padahal gue dan temen gue, Mba WeGe udah bilang kalau penelitian kita kualitatif. Tapi tetep aja dia ngotot mengulang-ulang kalimat pertanyaan yang sama, “Apa IV-DV thesis kamu?” Apaan sih ni orang? Dia kayak menanyakan “Pupuk apa yang kalian pakai untuk membuat sapi kalian tumbuh sehat dan gemuk?” NGGA NYAMBUNG.

I will quote another weird sentence coming out from him: ”Kualitatif itu jaman Freud”. Woohooo...lihat siapa yang belum baca buku lagi setelah jaman Freud..Kemana aja mas seabad ini?

Terus dia mengomentari kalau tema thesis gue “seperti menaiki gunung himalaya tapi kamu belum punya kemampuannya”. I really hope dia bisa memberikan analogi yang lebih baik dari itu. Kayaknya dia butuh belajar lebih banyak kosakata. Untuk seseorang yang sering mengkritik orang lain, dia punya perbendaharaan kata yang sangat minim. Mungkin sering-sering nonton American Idol and learn from Simon Cowell?

But anyway, gue menerima kritikannya tentang tema gue yang terlalu sulit. Mungkin dia memang bener. Hey, gue ngga kan membiarkan kedodolan seseorang mempengaruhi gue menerima masukan yang bagus untuk thesis gue. Mungkin thesis gue memang agak terlalu diatas kemampuan gue. Dari hasil “masukan” dia, gue memang berencana untuk menyempitkan lagi tema thesis gue. Cari yang lebih sederhana dan mampu gue kerjakan dalam waktu kurang dari setahun.

Mungkin gue sedikit kecewa dengan cara penyampaian MAs Must ini. Dosen-dosen kemarin juga sempet bilang kalau tema gue ini lebih cocok untuk disertasi S3. Tapi ngga perlu kali bilang gue mo naik gunung Himalaya..hahaha...ah, nevermind. Harus berbesar hari. That's what critic is all about right?

Gue agak khawatir aja dengan nasib mba WeGe yang diminta sama Mas Must untuk mengganti tema dan judul thesisnya dengan kata-kata, “cari yang banyak partisipannya ya”. Haisss....sedangkan Mba Wege ini udah punya 3 subjek yang bersedia, beserta segala teori yang dia butuhkan untuk memulai penelitian. Mba WeGe berencana buat penelitian tentang orang yang gagal melakukan bunuh diri. I think it would be a great thesis. Ngga seharusnya Mas Must masuk kelas kita, ngga tau apa-apa dan seenaknya nyuruh semua orang buat penelitian kuantitatif.

Akhirnya sih Mas Must berujung disemprot sama prof J. Gue yakin Prof J merasa tersinggung kalau judul thesis yang udah dia gembleng selama satu semester tiba-tiba disuruh ubah sama satu dosen yang ngga tau apa-apa.

Let's see and hope for the best untuk semua Thesis science angkatan '08. Coz we're the one who's gonna change the face of psychology di Indonesia.

Digg this

Dulu pernah berharap  

Posted by Menoedh in

Dulu dia sahabat canda tawa yang menemaniku hingga matahari mengintip. Kami selalu tertidur saat matahari siap menyapa. Percayalah, senyum tak bisa kau hapus dari mulut kami walaupun mata telah terpejam.



Namun lelah datang meminta jatahnya. Angin menawarkan kenikmatan terbuai. Sahabatku kalah berperang. Kupikir aku lebih kuat, tapi lelah tidak juga menyerah.



Harapan, maukah ia menjadi sahabatku?



Sebentar saja katanya.



Namun angin menjadi badai. Badai menjadi topan. Terkikis sudah harapan. Aku pun jatuh berlutut memohon.



Percayalah, semua ada masanya.



Kalau tak kenal maka sayang. Kalau kenal maka tak sayang.



Bersama sebenang tipis harapan kulepas sahabat.

Sent from my BlueBerry®

powered by My Brain

Digg this

Akhirnyaaaa...gue menemukan juga cara untuk menghubungkan twitter dengan blogger. Maksudnya setiap gue publish post baru di blogger, maka otomatis twitter gue juga akan update dengan judul post terbaru kita. How cool is that? Lumayan lah buat nambahin traffic. Kalau menghubungkan blogger dengan notes facebook pasti udah pada tau kan? Jadi let me help you with this one.

Jalannya agak panjang, but bare with me here. Ngga susah kok.

Dua website yang gue pakai untuk menghubungkan blogger dengan twitter adalah feedburner dan twitterfeed. Mungkin ada cara yang lebih sederhana? Please do let me know supaya ngga nyusahin orang hehe..

Lets start! Pertama, lo harus terdaftar dulu di feedburner. Kalau gue ngga salah paham, feedburner gunanya untuk merubah feed blogger yang atom jadi RSS. Jangan tanya bedanya apa! Karena gue juga ngga ngerti hahaha...tapi kayanya sih RSS ini lebih mudah dipakai dimana-mana. So go on now..sign up to feedburner. Jangan lupa harus pake Gmail ya.

Feedburner ini gunanya banyaaaaaak banget. Tapi belajar sendiri ya. Kalo gue jelasin disini juga ntar ngga selesai-selesai caranya hehe...

Kalau udah selesai mendaftar, jangan lupa lo copy alamat feed RSS blog lo dan simpen dulu di notepad supaya nanti tinggal di paste di twitterfeed. Kalau ngga tau letaknya dimana karena udah keburu jadi, coba liat ke kanan atas halaman dan klik Edit feed details.



Alamat feed blog lo ada di kolom feed adress.



Selesai! Lo udah punya account feedburner. Sekarang lanjut ke tahap berikutnya. Go to twitterfeed.com dan sign up lagi disana. Caranya simpel banget, tinggal masukkin email dan password. Setelah itu masukkin ID twitter di kolom bagian atas dan alamat feed yang tadi udah lo copy di notepad tadi di kolom bawah.

Kalau mau mengatur berapa jam sekali twitterfeed mengecek update blog lo atau berapa banyak post yang diupdate di twitter (up to 5 post), lo bisa klik tulisan advance dibawahnya and choose as you wish.

Setelah selesai mengisi semua kolom dan diuji koneksinya dengan meng-klik tombol “test”, silahkan klik “create feed” and voila it’s done!

Pfiuuuhh...moga-moga penjelasan gue jelas ya..hahaha..selamat mencoba =)

Digg this

Carrefour Tipu..  

Posted by Menoedh in

Dibawah tulisan itu ditambahkan kalau sampai rusak tasnya boleh ditukar GRATIS. Wow..kerenn..



TAPI..ada lagi..



"Selamanya" berarti hanya berlaku sampe program "goes green" Carrefour berakhir pada akhir tahun 2009.



Tulisan dibawahnya bilang gitu. Lebih kecil fontnya dari tulisan-tulisan diatasnya. Mempermalukan diri sendiri itu namanya..jangan sok-sokan pake kata "selamanya". Orang indonesia emang demen banget berlebih plus oon kalo ngiklan.



Sent from my BlueBerry®

powered by My Brain

Digg this

Episode ini bercerita tentang seorang pria yang masa tahanannya berakhir setelah 7 tahun mendekam di penjara. Pria tersebut, Willy Evans, akhirnya bisa kembali berkumpul dengan istri dan anaknya. Di awal film diceritakan bahwa Willy memiliki sahabat satu sel bernama Barney yang masa tahanannya lebih pendek dari Willy. Perjanjiannya adalah setelah Barney keluar dari penjara, Ia akan tinggal dirumah Willy dan menjaga keluarganya.

Namun ketika Willy pulang, istrinya mengatakan bahwa Barney sudah cukup lama menghilang karena pergi dengan temannya, Cappy, sesama penjahat. Dipastikan bahwa Barney kembali melakukan perampokan bersama Cappy.

Baru satu malam Willy bersama keluarganya, ternyata Barney datang dengan luka tembak yang parah di perutnya. Ia mengaku bahwa ia terlibat perampokan besar seharga 3,5 juta dolar bersama Cappy dan 3 orang lainnya (Keenan, Jagger, & Sarge). Tapi segera setelah perampokan itu Cappy meninggal karena Kanker sehingga uang rampokan kini hanya perlu dibagi 4. Supaya mereka tidak segera tertangkap, Keenan memutuskan untuk menyimpan uang rampokan tersebut di suatu tempat, menggambar peta menuju uang tersebut dan membagi peta itu menjadi 4 bagian.

Namanya juga penjahat, ternyata Keenan, Jagger dan Sarge ngga mau uangnya dibagi empat dan mulai saling kejar membunuh satu sama lain untuk mendapatkan bagian peta masing-masing. Willy sendiri ditembak oleh Keenan, namun gagal diambil petanya dan masih sempat kabur ke rumah Willy.

Jujur, ini episode nigthmares and dreamscapes paling membingungkan buat gue. Gue agak sulit menangkap jalan ceritanya karena berjalan terlalu cepat. Untuk cerita dengan banyak karakter dan plot yang (seharusnya) sediket njelimet, film berdurasi satu jam ngga akan mampu menceritakan dengan baik. Bahkan adegan baku tembaknya sama sekali ngga memorable. Menurut orang-orang yang sudah baca cerita aslinya sih katanya bagus dan tegang. "Cerita suspense Stephen King yang menarik tanpa harus menambahkan unsur supernatural" kata mereka.

The moral of the story? haha..I guess I got one. Jangan masuk ke kubangan lumpur setelah lo mandi bersih! Willy baru keluar penjara setelah mendekam 7 Tahun, baru semalam dia bareng dengan keluarga, dengan alasan balasan dendam kematian Barney, dia masih tetep mengejar uang rampokan. But I guess a lot of bad people think that way. Duit dulu, satu kali lagi, buat keluarga...etc...

Mungkin seharusnya ini salah satu film yang ceritanya seperti film Lock, Stock and two smoking barrel atau Snatch. If you have watched these two movies, you'll understand exactly what I mean.



:inlove:

Digg this
Blog Widget by LinkWithin